Dari Batavia Noord Sampai Jakarta Kota (Part 1)

Kisah Kereta Api di Ibukota

Stasiun Jakarta Kota atau Beos

Stasiun Jakarta Kota atau Beos

  Cerita sejarah kereta api di ibukota tidak akan lepas dari Stasiun Jakarta Kota atau Beos. Stasiun ini memang legendaris. Letaknya pun juga berlokasi di kawasan bersejarah, yaitu Kawasan Kota Tua Batavia. Jakarta Kota akan menjadi awal cerita sejarah kereta api di ibukota. Lalu bagaimana kisah sejarah kereta api di ibukota? Berikut kisahnya dari masa ke masa. 16 September 1871 Diresmikan jaringan rel pertama di Batavia antara Kleine Boom(Pelabuhan)-Koningsplein(Medan Merdeka) yang dibangun oleh NISM sejauh 9 Km. Stasiun pusat Batavia(Batavia Hoofdstation) terletak di sebelah gedung Raad van Justitie(sekarang Museum Keramik) di lokasi yang saat ini merupakan lapangan parkir gedung Bank BNI 46. 1877 Staatspoorwegen(SS) dikontrak untuk membangun jalur kereta api menuju Tanjung Priok oleh Departemen Pembangunan Kelautan Batavia. Jalur ini dipakai untuk mengangkut pekerja dan material yang akan digunakan untuk membangun pelabuhan Tanjung Priok. 1885 SS akhirnya mengambil alih pengelolaan jalur kereta api menuju pelabuhan Tanjung Priok dari Departemen Pembangunan Kelautan Batavia. 1887 Bataviasche Oosterspoorwe Maatschappij(BOS) membuka jalur menuju Bekasi melalui tepi timur Batavia. Stasiun utamanya terletak 200 m di selatan stasiun Batavia NIS. Posisinya saat ini adalah tempat Stasiun Jakarta Kota berada. Stasiun ini kondang disebut sebagai Beos, yang merupakan pelafalan perusahaan pemilik stasiun ini: BOS. 1897 Staatspoorwegen(SS) membeli jalur milik BOS termasuk stasiun Batavia BOS. 1913 SS membeli seluruh jalur NIS ke Buitenzorg(Bogor) termasuk stasiun Batavia NIS. Seluruh jalur di Batavia sepenuhnnya dikelola oleh SS. Stasiun Batavia NIS diganti namanya menjadi Batavia Noord, sementara BOS menjadi Batavia Zuid. 1915 Staat Spoorwegen berencana membangun satu stasiun utama di Batavia sehingga tidak lagi dua stasiun besar yang melayani ibukota. Namun rencana ini terhambat oleh rencana pembangunan jalur layang antara stasiun Sawah Besar sampai ke Batavia yang tidak kunjung terlaksana. Rancangan stasiun harus menunggu jadi tidaknya jalur rel layang dibangun. 1920 Tahap perancangan dimulai untuk sebuah stasiun utama di Batavia. Rancangan ini didasarkan pada asumsi bahwa jalur rel kereta layang di Batavia akan dilaksanakan. 1923 Staat Spoorwegen akhirnya menetapkan bahwa stasiun utama yang akan dibangun bukanlah stasiun rel kereta layang. Maka proses perancangan menjadi lebih cepat. Rancangan stasiun ini dikerjakan oleh Asselbergh, Ghijsels, dan Hes dari Algemeen Ingenieurs-en Architectenbureau(AIA), dan dinamakan Batavia Benedenstad. Namun penduduk Batavia tetap menyebut stasiun ini sebagai stasiun Beos dan bertahan hingga saat ini. Pada saat yang bersamaan stasiun Batavia Noord ditutup dan di kemudian hari dibongkar..files.wordpress.com/2011/06/p1010168-001.jpg”> Stasiun Jakarta Kota atau Beos [/caption]   Cerita sejarah kereta api di ibukota tidak akan lepas dari Stasiun Jakarta Kota atau Beos. Stasiun ini memang legendaris. Letaknya pun juga berlokasi di kawasan bersejarah, yaitu Kawasan Kota Tua Batavia. Jakarta Kota akan menjadi awal cerita sejarah kereta api di ibukota. Lalu bagaimana kisah sejarah kereta api di ibukota? Berikut kisahnya dari masa ke masa. 16 September 1871 Diresmikan jaringan rel pertama di Batavia antara Kleine Boom(Pelabuhan)-Koningsplein(Medan Merdeka) yang dibangun oleh NISM sejauh 9 Km. Stasiun pusat Batavia(Batavia Hoofdstation) terletak di sebelah gedung Raad van Justitie(sekarang Museum Keramik) di lokasi yang saat ini merupakan lapangan parkir gedung Bank BNI 46. 1877 Staatspoorwegen(SS) dikontrak untuk membangun jalur kereta api menuju Tanjung Priok oleh Departemen Pembangunan Kelautan Batavia. Jalur ini dipakai untuk mengangkut pekerja dan material yang akan digunakan untuk membangun pelabuhan Tanjung Priok. 1885 SS akhirnya mengambil alih pengelolaan jalur kereta api menuju pelabuhan Tanjung Priok dari Departemen Pembangunan Kelautan Batavia. 1887 Bataviasche Oosterspoorwe Maatschappij(BOS) membuka jalur menuju Bekasi melalui tepi timur Batavia. Stasiun utamanya terletak 200 m di selatan stasiun Batavia NIS. Posisinya saat ini adalah tempat Stasiun Jakarta Kota berada. Stasiun ini kondang disebut sebagai Beos, yang merupakan pelafalan perusahaan pemilik stasiun ini: BOS. 1897 Staatspoorwegen(SS) membeli jalur milik BOS termasuk stasiun Batavia BOS. 1913 SS membeli seluruh jalur NIS ke Buitenzorg(Bogor) termasuk stasiun Batavia NIS. Seluruh jalur di Batavia sepenuhnnya dikelola oleh SS. Stasiun Batavia NIS diganti namanya menjadi Batavia Noord, sementara BOS menjadi Batavia Zuid. 1915 Staat Spoorwegen berencana membangun satu stasiun utama di Batavia sehingga tidak lagi dua stasiun besar yang melayani ibukota. Namun rencana ini terhambat oleh rencana pembangunan jalur layang antara stasiun Sawah Besar sampai ke Batavia yang tidak kunjung terlaksana. Rancangan stasiun harus menunggu jadi tidaknya jalur rel layang dibangun. 1920 Tahap perancangan dimulai untuk sebuah stasiun utama di Batavia. Rancangan ini didasarkan pada asumsi bahwa jalur rel kereta layang di Batavia akan dilaksanakan. 1923 Staat Spoorwegen akhirnya menetapkan bahwa stasiun utama yang akan dibangun bukanlah stasiun rel kereta layang. Maka proses perancangan menjadi lebih cepat. Rancangan stasiun ini dikerjakan oleh Asselbergh, Ghijsels, dan Hes dari Algemeen Ingenieurs-en Architectenbureau(AIA), dan dinamakan Batavia Benedenstad. Namun penduduk Batavia tetap menyebut stasiun ini sebagai stasiun Beos dan bertahan hingga saat ini. Pada saat yang bersamaan stasiun Batavia Noord ditutup dan di kemudian hari dibongkar.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s