Memang Tak Senyaman Keyboard dan Monitor

  Selama ini saya blogging di WordPress dan Blogspot lebih banyak menggunakan handphone daripada PC. Log in dan menelusuri seluk-beluk dunia blogging juga lewat hp. Termasuk tulis-menulis dan ketik-mengetik tulisan untuk posting. Bukan 10 jari yang ku mainkan untuk menyusun kata. Melainkan 1 jari yaitu jempol. Satu jariku menari-nari diatas keypad. Bukan pula layar monitor yang kutatap. Melainkan layar ponsel yang ukurannya tak lebih besar dari kotak korek api kayu. Waow! Meski tak senyaman memandangi layar ukuran sedang, tetapi ukuran mini pun tak jadi masalah. Walaupun mengetik menjadi lebih lama, itu pun bukan alasan. Toh saya juga belum lancar memainkan 10 jari di atas keyboard.
  Menyusun sebuah cerita dengan bantuan ponsel memang tidak ada bedanya dengan menggunakan PC atau laptop. Intinya sama-sama menginput data berupa tulisan. Tetapi kalau dirasakan, menulis dengan ponsel mempunyai kelemahan. Alur cerita sering melenceng. Karena kita tidak melihat kalimat dan paragraf sebelumnya yang telah diketik. Seperti tulisan ini juga diketik tanpa membaca ulang cerita sebelumnya. Entah masih dijalurnya atau tidak. Layar sekecil itu tak bisa memperlihatkan seluruh hasil ketikan. Satu paragraf pun tak bisa. Itulah yang membuat kita terkadang tidak membaca cerita sebelumnya. Tahu-tahu ceritanya sudah keluar jalur. Kalau bisa konsisten sebenarnya tidak akan sampai seperti itu.
Walaupun sulit, itu bukan halangan bagiku untuk tetap menulis. Meninggalkan jejakku dalam susunan huruf yang bercerita. ketik-mengetik tulisan untuk posting. Bukan 10 jari yang ku mainkan untuk menyusun kata. Melainkan 1 jari yaitu jempol. Satu jariku menari-nari diatas keypad. Bukan pula layar monitor yang kutatap. Melainkan layar ponsel yang ukurannya tak lebih besar dari kotak korek api kayu. Waow! Meski tak senyaman memandangi layar ukuran sedang, tetapi ukuran mini pun tak jadi masalah. Walaupun mengetik menjadi lebih lama, itu pun bukan alasan. Toh saya juga belum lancar memainkan 10 jari di atas keyboard.
  Menyusun sebuah cerita dengan bantuan ponsel memang tidak ada bedanya dengan menggunakan PC atau laptop. Intinya sama-sama menginput data berupa tulisan. Tetapi kalau dirasakan, menulis dengan ponsel mempunyai kelemahan. Alur cerita sering melenceng. Karena kita tidak melihat kalimat dan paragraf sebelumnya yang telah diketik. Seperti tulisan ini juga diketik tanpa membaca ulang cerita sebelumnya. Entah masih dijalurnya atau tidak. Layar sekecil itu tak bisa memperlihatkan seluruh hasil ketikan. Satu paragraf pun tak bisa. Itulah yang membuat kita terkadang tidak membaca cerita sebelumnya. Tahu-tahu ceritanya sudah keluar jalur. Kalau bisa konsisten sebenarnya tidak akan sampai seperti itu.
Walaupun sulit, itu bukan halangan bagiku untuk tetap menulis. Meninggalkan jejakku dalam susunan huruf yang bercerita.

2 pemikiran pada “Memang Tak Senyaman Keyboard dan Monitor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s