Dapat Khutbah Jumat dari Ustad Yusuf Mansur

image
Seminggu yang lalu saat pulang ke kampung halaman, saya menyempatkan pergi ke Semarang. Karena ada sedikit keperluan di Stasiun Poncol dan juga ingin melihat perkembangan pembangunan ibukota Jawa Tengah itu. Singkat cerita saya sudah menyelesaikan urusan di Stasiun Poncol. Saat hendak pulang saya berpikir ulang. Waktu sudah menunjukkan pukul 10.55 WIB. Lama perjalanan Semarang-Kaliwungu via angkot kira-kira 1 jam. Sedangkan saat itu hari Jumat. Wah, kalau memaksakan pulang kemungkinan akan melewatkan salat Jumat. Beberapa ruas jalan di Semarang saat itu juga rawan macet. Tepatnya di Krapyak dan Bundaran Kali Banteng yang sedang ada pembangunan jalan layang atau fly over. Otomatis waktu tempuh jadi lebih lama. Akhirnya saya dan adik memutuskan Jumatan di masjid sekitar Semarang saja.
  Sembari menunggu waktu salat Jumat kami ke pasar Johar dulu. Barangkali ada sesuatu yang ingin dibeli. Dan akhirnya mendapatkan dua buah buku murah di lantai dua pasar Johar. Menjelang tengah hari kami ke masjid dekat pasar Johar, yaitu Masjid Kauman Semarang atau dulu disebut Masjid Agung Semarang.

Masjid ini merupakan salah satu masjid besar di Kota Semarang. Dan salah satu yang tertua di Jawa Tengah. Dulu saat masih kecil saya sering diajak kesini oleh orang tua. Dan sekarang bisa kesini sendiri. Duduk sebentar melepas lelah di pelataran masjid menanti saatnya Jumatan.
  Tak lama kemudian adzan berkumandang. “Ah, wudhu dulu lalu masuk masjid, sudah waktunya”. Ketika khutbah Jumat dimulai ada suara khas yang tak asing. Tentunya itu suara sang khotib. Alangkah terkejutnya saya ketika mengetahui bahwa yang berkhutbah adalah Ustad Yusuf Mansur. “Subhanallah, kenapa beliau bisa ada disini” tanyaku dalam hati. Kok bisa kebetulan begini ya, pas akan Salat Jumat lagi. Dengan suara lantang beliau memberikan khutbah. Temanya sama seperti khasnya Yusuf Mansur, yaitu sodaqoh dan faidahnya. Diceritakan berbagai manfaat dan juga keajaiban sodaqoh atau sedekah. Seperti dikisahkan dalam buku karya Ustad Yusuf Mansur yang berjudul “Miracle of Giving”. Beliau juga menceritakan kisah adiknya yang menjadi karyawan Qatartel dengan gaji ratusan juta berkat faidah sedekah. Saya perhatikan jamaah Jumah Masjid Kauman terpukau dan mendengarkan dengan seksama khutbah dari Ustad Yusuf Mansur. Termasuk saya pun begitu.
   Sebelum khutbah diakhiri, pak ustad mengajak jamaah untuk beramai-ramai bersodaqoh tepat setelah selesai Jumatan. Kata beliau,

“Ni sajadah yang buat saya salat sunah, telah saya doakan. Nanti saya taruh di depan mimbar Barang siapa setelah selesai salat jumat langsung berbondong-bondong memberikan sodaqohnya diatas tu sajadah insyaallah pahalanya besar. Termasuk balasan yang 10 kali tadi. Saya doakan juga sodaqoh yang diberikan akan mengantar saudara sekalian untuk bisa ke tanah suci. Jangan sedikit memberikan sodaqohnya, banyak lebih baik. Nggak usah takut berdesak-desakkan. Ini ibaratkan perjuangan kita saat lempar Jumrah atau saat ingin mendekati dan mencium hajar aswad.
Nanti setelah salat Jumat selesai, jangan salat sunah dan dzikir dulu. Langsung saja taruh sodaqoh saudara di atas sejadah saya tadi.”

Kira-kira begitu pesannya diakhir khutbah. Dan efeknya! Coba lihat gambar
image
Jumatan selesai, jamaah langsung berlomba-lomba maju ke depan untuk memberikan sodaqohnya. Berapapun jumlahnya. Saya pun tak mau ketinggalan, meski harus berdesak-desakan. Saya terobos gerombolan kaum muslim ini. Namun sulit bukan main untuk bisa mencapai depan mimbar. Dekat, dekat, semakin dekat akan tetapi sulit mencapai depan. Akhirnya, bismillah saya lemparkan sodaqoh ke arah mimbar. Dan berharap balasan kebaikan dari Allah. Kemudian Ustad Yusuf Mansur menyerukan sesuatu, “labbai kallahumma labaik labbaikala syarikala kalabbaik”. Seketika terbayang dalam pikiran, apa seperti ini rasanya saat lempar jumrah di tanah suci. Subhanallah.
  Jumat itu sungguh penuh kejutan tak terduga. Dapat buku bagus dengan harga murah. Salat Jumat di Masjid Kauman dan memperoleh khutbah luar biasa dari Ustad Yusuf Mansur. Sekaligus menjadi tatap muka langsung saya dengan beliau. Sebenarnya dulu beliau pernah mengisi pengajian di Kaliwungu sekalian mengunjungi kerbatnya, namun saya tidak hadir karena sesuatu hal. Eh gak disangka malah salat Jumat bareng di Masjid Kauman. Jumat penuh berkah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s