Tidung Underwater

salah satu sudut di Pulau Tidung
Sudah lewat beberapa bulan, tapi spanduk tahun baru masih menempel

Yuhuuu, ke Pulau Seribu lagi. Setelah kunjungan perdana yang hmmmm, sudah lama ternyata. Dan kali ini pulau yang beruntung masuk dalam salah satu kisah fenomenal abad ini adalah Pulau Tidung. Rasanya tak perlu saya perkenalkan lebih jauh lagi mengenai pulau ini. Ya, ia merupakan salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang jadi tujuan favorit wisatawan.

Hampir tiga jam perjalanan dengan kapal motor dari pelabuhan Muara Angke. Dan akan jadi semakin lama bila cuaca tidak mendukung. Seperti yang saya alami. Sebelum berangkat cuaca cerah-cerah saja. Eh, di tengah laut turun hujan lebat. Alhasil, ombak laut jadi kehilangan kesadaran. Mabuk berat, eh yang mabuk penumpang di kapal ding. Ombak yang semakin besar membuat kapal bergoyang-goyang. Duh-duh, lain kali kalau mau pergi ke laut jangan pas musim penghujan lah.

Untung lah saat sampai di Pulau Tidung cuaca cerah ceria. Kalau sampai mendung atau hujan lagi, bisa kecewa saya. Kenapa? Karena ini.

Pemandangan bawah laut Pulau Tidung yang wahh ini.

ikan-ikan karang perairan pulau Tidung
ikan-ikan karang perairan pulau Tidung
karang jenis Acropora Digitifera
Acropora Digitifera yang tumbuh menyamping bagai piring

Ini kali pertama saya mencoba snorkeling di laut. Pertama kali pula saya melihat terumbu karang hidup secara langsung. Luar biasa, ini nyata langsung di habitatnya. Bukan lagi dari layar kaca yang sering saya tonton.

terumbu karang yang beraneka ragam
terumbu karang yang beraneka ragam
berwarna-warni
berwarna-warni
sejenis Acropora berwarna biru
sejenis Acropora berwarna biru

Indah bukan. Di kedalaman 2 meter saja sudah bisa melihat terumbu karang yang beraneka ragam. Tak salah bila orang menjadikan Pulau Tidung sebagai tujuan wisata baharinya. Pemandangan bawah airnya memang bagus. Ini tentunya karena perairan disini masih terjaga kebersihannya. Cukup jauh dari pantai Jakarta yang kotor itu. Harapan saya, bisa kesini lagi dan snorkeling tentunya. Semoga sampai saya kembali nanti, apa yang pernah saya lihat serta alami ini akan tetap seperti itu dan semakin lestari. Boleh dilihat tapi tak boleh disentuh, apalagi dirusak. Bye bye Tidung.

*foto-foto bawah laut diatas diambil dari kamera underwater guide yang kami sewa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s