Kawah Putih, Sedingin dan Seputih Ice Cream

Kawasan Wisata Kawah Putih

Tujuan pertama jalan-jalan ke Bandung kali ini adalah Kawah Putih, Ciwidey. Kenapa Kawah Putih?

Gunung-gunung. Dulu kan sudah pernah ke Bandung, tapi masih diseputaran kotanya saja. Nah, sekarang mau coba yang lebih dari kota. Kali ini saya membawa serta cukup banyak teman. Hmmm, lebih tepatnya saya yang ditemani. Intinya kita serombongan berandal yang haus akan liburan(harap maklum, sudah hampir stress merasakan kerasnya Jakarta). 5 jam perjalanan Jakarta-Ciwidey terasa begitu cepat(ya iyalah, sepanjang perjalanan cuma tidur. Hehehe, thanks Pak Supir). Perlahan suasana di sepanjang jalan mulai berangsur berubah. Panas udara perkotaan mulai berganti hawa sejuk pegunungan.

Heehmm, cek mic cek mic

Naik naik kepuncak gunung
Tinggi tinggi sekali
Kira kanan, kulihat saja
Banyak pohon yang rindang

Singkat cerita kami sampai di pemberhentian terakhir. Selangkah di depan pintu wisata Kawah Putih. Mulai dari sini perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan lain. Kami lebih memilih parkir mobil di parkir bawah, bersama kendaraan besar seperti truk dan bus. Walaupun sebenarnya diatas(dekat Kawah Putih) ada tempat parkir juga. Kenapa?

Pertimbangannya, pertama jalur menuju atas cukup ekstrim. Tanjakan plus kelokan tajam. Meski kami percaya supir kami bisa, tapi lebih baik pasrahkan pada ahlinya saja. Supir Ontang-Anting yang sudah berpengalaman menaklukkan jalur tersebut. Yang jam terbangnya sudah tak terhitung. Kedua, alasan biaya parkir. Untuk parkir diatas biayanya jauh lebih mahal daripada parkir di bawah. Kendaraan roda 4 masih bisa lewat jalur pendakian Kawah Putih, namun untu parkir di dekat area kawah dikenakan biaya sekitar Rp 150.000. Itu belum tiket masuk perorangannya. Sedangkan bila naik Ontang-Anting hanya Rp 28.000 per orang. Itu termasuk tiket masuk dan angkutan pulang pergi.

Wiuhh, memang benar jalur ke area kawah tergolong ekstrim. Namun Pak Supir Ontang-Anting mampu melibas kelokan demi kelokan dan tanjakan dengan dingin. Memang beliau bertangan dingin soal ini.
Dari tadi menyebut Ontang-Anting, sebenarnya makanan apa itu? Itu kendaraan bermotor boss. Angkutan khusus menuju area Kawah Putih yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Nih penampakannya.

kawahputih-teminal
Teminal atas Ontang-Anting

Semakin dekat dengan kawah, udara menjadi semakin dingin. Pakis dan lumut tampak tumbuh bersama pepohonan hutan sekitar. Ciri khas vegetasi hujan hujan pegunungan.

Vegetasi hujan Kawah Putih

Inti cerita, inilah yang disebut Kawah Putih. Danau vulkanik sisa letusan Gunung Patuha. Airnya yang bercampur belerang dan kapur, memberikan warna biru kehijauan nan mempesona. Tanah putih di sekeliling tepinya memberikan kontras yang indah. Subhanallah…

Kawah Putih
Kawah Putih Ciwidey, Bandung

Air berwarna Biru Kehijauan

Kawah Putih

Belum puas menjelajah, hujan sudah mengguyur kami. Huhh. Kabut yang semakin tebal memaksa kami menyudahi kenikmatan mengagumi indahnya ciptaan Yang Maha Pencipta. Dengan langkah menggigil kami dengan berat meninggalkan kawah. Jelas saja begitu dingin, selidik punya tanya, ternyata kami berda di ketinggian 2434m dpl dan suhu udara bekisar antara 8-22 derajat C. Apalagi saat itu turun hujan, tentu suhu udara semakin dingin saja. Berrrr.
Kawah Putih memang sedingin dan seputih Ice Cream Vanilla.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s