Situ Patenggang, Keindahan di Kaki Gunung Patuha

Situ Patenggang
Situ Patenggang, Ciwidey

Cerita tour Bandung akhir tahun kami masih berlanjut. Lepas mengunjungi Kawah Putih, kami tak lantas pulang begitu saja. Kami menyempatkan mampir ke objek wisata alam lainnya, yaitu Situ Patenggang. Lokasinnya tak jauh dari Kawah Putih, jadi sayang bila tak dikunjungi juga.

Dari Kawah Putih menelusuri Jalan Raya Ciwidey ke arah utara menuju Patengan-Rancabali sejauh 7 km. Hanya dalam 10 menit kami sudah bisa melihat keindahan danau di kaki Gunung Patuha ini. Pemandangan ke Situ Patenggang juga tak kalah indahnya. Hamparan Perkebunan Teh Rancabali yang ditata rapi sungguh membuat takjub. Tak puas hanya memandangi dari tepi saja, ada baiknya mencoba mengelilingi danau dengan naik perahu.

Perahu Situ Patenggang
Perahu keliling Situ Patenggang

Per orang dikenakan biaya kira-kira Rp 25.000 untuk sekali putaran. Atau bisa menyewa perahu untuk rombongan. Beruntung meski kehujanan, kami mendapat tawaran keliling dengan tarif murah. Sewa perahu untuk satu putaran penuh hanya Rp 150.000. Yah, karena saat itu sudah sore dan cuacanya gerimis hujan, Bapaknya yang mengelola perahu berinisiatif memberikan harga promo tersebut.

Selain pemandangannya yang indah, ternyata Situ Patenggang mempunyai cerita rakyat yang menarik.

Konon, dahulu ada sepasang kekasih, Ki Santang dan Dewi Rengganis yang berpisah begitu lamanya. Namun karena cinta mereka yang amat dalam, akhirnya mereka saling mencari. Hingga mereka dipertemukan di tepi sebuah danau diantara dua batu. Batu tersebut sekarang dikenal dengan nama Batu Cinta.

Batu Cinta
Batu Cinta, Situ Patenggang
Pulau Asmara
Pulau Asmara atau Pulau Sasuka

Sang Dewi juga meminta Ki Santang membuat pulau di danau tersebut. Sekarang pulau itu dinamakan Pulau Asmara atau Pulau Sasuka. Kisah “saling mencari” tadi yang kemudian melahirkan nama Situ Patenggang. Yang asal bahasanya dari Bahasa Sunda, “Pateangan-teangan” yang artinya saling mencari.

Hujan tak kunjung berhenti menyerbu kami. Kabut pun mulai menyelimuti danau, memendekkan jarak pandang kami. Hembusan angin semakin menambah dingin udara. Hari juga mulai senja. Perahu kembali berlabuh kembali ke asalnya. Kami sudahi saja penjelajahan di Situ Patenggang. Kenangan dan kedinginan di Situ Patenggang tak akan terlupakan.

Tiket masuk Situ Patenggang Rp 5.000

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s