Gili Trawangan, Wisman dan Party

International Airport Lombok
International Airport Lombok

Jalan-jalan ke Lombok tak lengkap bila tidak mengunjungi Tiga Gili yang terkenal itu, Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan. Kira-kira begitu yang sering dikatakan orang. Ketenaran Tiga Gili yang terletak di sebelah barat laut pulau Lombok itu tak perlu diragukan lagi. Setiap hari pulau-pulau kecil ini tidak pernah sepi dari wisatawan. Hmmm…saya salah satu wisatawan itu.

Beberapa waktu yang lalu tepatnya saat Hari Raya Imlek 2014, saya berkesempatan jalan-jalan ke Lombok. Dan Gili Trawangan menjadi salah satu agenda kunjungan saya. Bandara Internasional Lombok, Praya menjadi pintu pertama saya menuju Gili Trawangan. Spanduk bertuliskan “Selamat Datang di Lombok” langsung menyambut kedatangan kami(saya dan kawan-kawan). Mendung pun ikut menyambut, namun itu tak mematahkan semangat kami untuk menjelajahi Lombok. Setelah sarapan kami menuju Kota Mataram untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Gili Trawangan.

Butuh waktu 4 jam perjalanan plus mampir Salat Jumat sebelum akhirnya kami sampai di Pelabuhan Bangsal. Melalui pelabuhan ini kami akan menyeberang ke Gili Trawangan. Mobil kami tinggalkan di tempat penitipan disekitar pelabuhan, biaya penitipan Rp30.000/malam dibayar di muka. Dengan membayar Rp13.400/orang, kami memperoleh tiket perahu motor penyeberangan Gili Trawangan. Sangat ekonomis daripada harus menyewa kapal cepat.

menyeberang ke Gili Trawangan
Pelabuhan Bangsal

Dari bibir pantai pelabuhan Bangsal, tampak tiga pulau kecil di tengah laut di depan kami. Itu lah Gili Meno, Gili Air dan Gili Trawangan. Akhirnya tiba giliran kami naik ke perahu motor kecil bertuliskan Gili Trawangan. Bak sudah ada trayeknya, masing – masing perahu memiliki pulau tujuan sendiri-sendiri sesuai tulisan yang tertera di badan perahu.

Satu per satu mereka yang akan menyeberang ke Gili Trawangan naik ke perahu. Tak hanya orang, galon air, tabung gas, sayuran dan berbagai kebutuhan pokok turut naik ke perahu bersama para wisatawan dan penduduk yang ingin kembali ke pulau. Perahu akhirnya melaju, menerjang ombak yang kala itu cukup besar. Tak lama, alam makin tak bersahabat. Hujan lebat turun di tengah laut. Ombak jadi semakin gila menggoyang perahu motor kecil kami. Dengan sigap dua orang ABK menurunkan terpal di kedua sisi perahu. Menjaga agar para menumpang tidak basah terkena siraman hujan. Perahu kesulitan melawan ombak yang bersekutu dengan hujan dan angin. Namun sang juru mudi tak pantang menyerah. Berbekal pengalaman melaut yang tak tercatat lamanya, beliau mampu menaklukkan badai ringan itu.

Lega rasanya melihat pantai yang akan jadi tempat bersandarnya perahu kami. Akhirnya, “Welcome to Gili Trawangan”. Setengah jam menerjang ombak badai di lautan terbayarkan dengan sampainya kami di pulau tujuan. Ini lah Gili Trawangan, salah satu pulau dari Tiga Gili yang namanya sudah mendunia. Catatan baru untuk kunjungan wisatawan di Gili Trawangan, adalah saya sebagai wisatawan lokal. Ahaai..

gili-trawangan
Berlabuh di Gili Trawangan

Tenyata memang benar kalau Gili Trawangan sudah dikenal hingga ke luar negeri. Terbukti dari banyaknya wisatawan mancanegara yang datang kesini. Bahkan jumlah wisatawan mancanegara(wisman) jauh lebih banyak dibandingkan dengan wisatawan lokal seperti saya. Kebanyakan dari mereka berkunjung ke Gili Trawangan setelah dari Bali. Entah setelah puas dari Bali mereka kesini atau Pulau Bali hanya jadi persinggahan untuk ke Gili Trawangan. Yang jelas mereka kesini karena pesona Gili Trawangan yang luar biasa. Tapi apa ya pesona Gili Trawangan bagi mereka? Hmmm, akan saya selidiki nanti.

Pengelola homestay yang sudah kami pesan sebelumnya datang menjemput. Membawa kami berjalan ke tengah kampung dimana homestay itu berdiri. Jalanan masih basar oleh hujan sebelumnya, sesekali kami melipir(jalan di pinggir-pinggir) menghindari genangan air. Homestay kami letaknya cukup jauh dari bibir pantai, namun tak terlalu jauh juga dari pusat keramaian. Membaur dengan rumah-rumah penduduk. Begitu sampai di kamar, kami langsung merebahkan badan. Sejenak melepas lelah sembari mengingat perjalanan jauh Jakarta-Gili Trawangan. Rencananya sore itu kami akan berburu Sunset, namun mendung terus menggelayuti. Membuat kami mengurungkan niat dan memilih bercengkerama dengan bantal, kasur dan guling.

Malam di Gili Trawangan

gili-night1
Jalan-jalan malam
Cafe Tepi Pantai
Cafe dan Pantai

Hujan sempat kembali turun, namun segera reda begitu gulita datang. Rupanya alam bisa pengertian juga. Kini saatnya menikmati suasana malam di pulau ini. Kemana lagi harus pergi, tentu pantai sebelah timur Gili Trawangan. Saat menuju hotel sore hari tadi saya sempat melihat cafe-cafe di pinggir pantai dekat perahu bersandar. Saya perkirakan di sekitar situ lah pusat keramaian pulau ini.

gili-party
Party di Gili Trawangan

Dug jedag jedug jedag jedug…Belum juga sampai, telinga ini sudah menangkap suara-suara ala party. Dan…wow. Cafe-cafe yang sore tadi masih sepi kini sudah dipenuhi wisman. Mas-mas dan Mbak-mbak Bule tampak menikmati alunan music yang menggetarkan dada itu. Goyangannya selaras dengan dentuman music elektronik yang dimainkan Sang DJ. Seolah melambai-lambai mengajak wisatawan lain untuk turut bergoyang mengikut irama. Yupz, inilah daya tarik Gili Trawangan yang menarik ribuan wisatawan mancanegara datang kesini. Jalanan disepanjang pantai timur Gili Trawangan dipenuhi dengan hotel berbintang, bar dan cafe yang siap memanjakan wisatawan. Bagi wisatawan mancanegara, party atau pesta yang bisa dibilang selalu ada setiap malam menjadi kesenangan tersendiri. Bagaimana tidak, bisa Party di tengah laut tentu saja memberi kesan yang wuah. Gili Trawangan is Party Island. Pulau pesta. Dan keramaian ini bisa berlangsung hingga menjelang mentari terbit.

Bersambung… Menjelajah Gili Trawangan

Lombok – Gili Trawangan
31 Januari – 1 Februari 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s