Mudik Kelima, Jakarta – Kendal

welcome-Kendal

Hari begitu cepat berlalu. Bulan-bulan silih berganti datang dan pergi tanpa disadari. Begitu pun bulan Ramadhan tahun ini, 1435 Hijriah. Tak terasa ibadah puasa Ramadhan hampir mencapai akhir. Sepertinya baru kemarin memulai puasa Ramadhan tahun ini. Menghadapi tantangan dan nikmat ibadah wajib dari Yang Maha Kuasa. Tapi nyatanya sudah 26 hari, menyisakan beberapa hari lagi sebelum bulan berganti, 1 Syawal. Kini tantangan terakhir sekaligus ritual tahunan masyarakat muslim urban telah di depan mata. #MudikLebaran.

Tahun ini kembali saya melaksanakan mudik lebaran. Ini merupakan tahun kelima saya merasakan mudik lebaran. Yang sekaligus menjadi penanda kalau sudah hampir lima tahun saya merantau di ibukota. Hmmm, rasanya baru kemarin melihat Monas. Hampir sama dengan tahun – tahun sebelumnya, kali ini pun perjalanan mudik lancar. Alhamdulillah saya tak ikut merasakan getir dan peliknya macet jalan Pantura. Yang berbeda dari tahun ini adalah perjuangan dan kesabaran untuk memperoleh selembar tiket Kereta Api Indonesia relasi Pasar Senen – Weleri.
Eits, jangan anggap serius istilah perjuangan yang saya maksud. Jangan pula membayangkan antrian panjang, desak-desakan dan dorong-dorongan ala pembagian sembako yang sering kali berakhir ricuh itu. Melainkan proses yang beberapa kali sempat membuat kecewa dan putus asa.

Berdasarkan ketetapan dari pihak PT KAI, tiket KAI sudah bisa di pesan 90 hari sebelum keberangkatan(H-90) melalui situs resmi KAI maupun channel – channel yang bekerjasama dengan PT KAI. Termasuk tiket untuk mudik lebaran tahun ini. Sesuai hitung-hitungan pasaran, hari baik untuk pemesanan tiket sudah bisa dilakukan akhir April 2014. Bersiap – siap lah saya untuk perburuan akbar 2014. Laptop dan ponsel jadi persenjataan utama saya. tiket.kereta-api.co.id , tiket.com dan aplikasi PadiTrain merupakan loket yang saya andalakan untuk reservasi secara online. Dan tak lupa secangkir kopi hitam guna memastikan mata ini tetap terjaga.

Sebelum tengah malam laptop dan ponsel sudah siap online. Beberapa kali saya pastikan kalau koneksi internet saya lancar. Pukul 00.00 perburuan dimulai, koneksi internet yang sebelumnya lancar jaya kini seakan terjebak kemacetan parah. Begitu susahnya mengakses situs web yang saya tuju. Hingga 1 jam lebih saya tak mampu menembus traffic tersebut. Hingga…ketiduran, hah. Akhirnya tersambung juga, namun semua tiket untuk tanggal yang saya inginkan sudah ludes terjual. Hadeuh. Belum menyerah, saya berharap ada beberapa yang gagal reservasi sehingga jatah tiketnya bisa saya pesan. Sampai pagi ditunggu tetapi tetap saja, nihil. Saya kalah saing dengan calon penumpang lain yang diduga jumlahnya lebih dari ribuan bahkan puluhan ribu atau lebih. Huft. Padahal tahun sebelumnya tak sesulit ini. Mungkin tahun ini sudah banyak yang mengerti mengenai reservasi online. Jadi semuanya mengakses situs yang sama dalam satu waktu sehingga menyebabkan stack.

Tiket tambahan pun demikian. Reservasi melalui situs web resmi PT KAI. Selangkah lagi berhasil. Tiket sudah hampir di tangan, eh pas mau bayar via ATM transfer malah kebingungan bagaimana cara transfernya. Lah, biasanya kalau transfer ATM gak serumit ini. Tapi ini kok bikin bingung. Hadeuh. Gagal maning gagal maning.
Putus asa dua kali gagal, saya merasa sudah tidak ada kesempatan lagi. Cari alternatif lain angkutan ke kampung halaman. Pilihan yang sedikit tak biasa, ikut program pemerintah naik kapal laut. Orang beserta sepeda motornya diangkut menggunakan kapal laut Ciremai dari pelabuhan Tanjung Priok ke palabuhan Tanjung Mas, Semarang. Namun ternyata tanggal keberangkatan kapal tidak sesuai dengan harapan. Tanggal tersebut saya masih harus menyelesaikan pekerjaan, belum libur.

Pilihan putus asa adalah lewat darat dengan bus. Dana harus siap dengan macet yang pasti ada. Menurut perkiraan pemerintah, tanggal yang saya harapkan merupakan puncak kepadatan arus mudik. Mikir lagi nih buat naik bus. Naik sepeda motor? Ah, capek. Meski sepertinya menantang. tapi nanti lah.

Di tengah keputusasaan itu ada setitik harapan. Ada kabar PT KAI sedang menyiapkan gerbong kereta baru. Sedang dibuat di PT INKA. Dan akan segera selesai pembuatannya. Namun kapan bisa beroperasi dan bisa dipesan tiketnya belum ada kabar. Agar tak ketinggalan info terbaru, saya follow Twitter PT KAI @KAI121. Eh, akhirnya ada info resmi pemesanan kereta tambahan lebaran gerbong baru. Kali ini harus dapat. Alhamdulillah dapat juga. Tak sesulit sebelumnya, sepertinya kali ini banyak yang tak tahu akan adanya kereta tambahan part 2.

Dan tiba juga di kampung halaman tercinta.

Akhir cerita
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435H

Minal Aidin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s