09-11-09, Five Years Ago

9 November 2009, menjadi momentum bersejarah dalam hidupku. Sebuah gebrakan, loncatan besar seorang anak muda yang masih polos kala itu. Eh, sekarang juga masih polos ding. Ya, itu merupakan hari dimana kaki ini berpijak di ibukota negara Indonesia, Jakarta untuk kali pertama.

Hari sebelumnya, 8 November 2009

Sesuatu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Panggilan tugas kerja. Sebuah perusahaan multinasional memanggil saya untuk bisa segera bergabung dalam tim kerja mereka. Weouw hebat, pasti perusahaan bonafit? Perusahaannya sih iya, tapi saya nya iyaa gitu deh. Hanya sekelas karyawan biasa. Mungkin lain ceritanya kalau saya lebih bersabar menunggu hingga 5 tahun mendatang(artinya sekarang ini), panggilan yang datang bisa jadi berbeda.

Suatu pagi, telepon selularku berdering. Kukira alarm yang kesiangan menjalankan kewajibannya. Ternyata ada panggilan telpon masuk. Siapa kah gerangan yang menghubungiku pagi-pagi begini.

“Selamat Pagi, dengan Bapak Zulfarr Rachman?”

Iya, saya Zulfarr Rachman.

“Kami dari tim Transisi Jokowi-JK, bisa kah Bapak datang ke Jakarta, segera. Kami hendak membicarakan masalah di kabinet Jokowi-JK dengan Bapak”

Iya, bisa Pak. Sebagai warga negara yang cinta Tanah Air, saya selalu siap sedia melakukan apapun kalau sudah menyangkut masalah negara. Kapan saya harus ke Jakarta? Saya siap menjadi pembantu tugas Presiden. “Mimpi apa saya semalam, seorang anak desa hendak ke kota memenuhi panggilan Presiden. Apa yang bisa saya lakukan, mau dijadikan Menteri apa saya” ucapku dalam hari.

“Masalah negara? Pembantu tugas Presiden(Menteri)? Oh, bukan-bukan. Kami hendak meminta bantuan Bapak untuk memperbaiki mobil-mobil yang nantinya akan dipakai Bapak Presiden Jokowi dan Menteri-Menterinya. Kami dengar Bapak Zulfar ini lulusan terbaik 2009 Jurusan Teknik Mekanik Otomotif di Kendal dan kiprah Bapak selama 5 tahun ini cukup baik. Jadi kami ingin meminta bantuan kepada Bapak sebagai Mekanik handal untuk mengecek dan memperbaiki mobil-mobil disini. Bisa, Pak?”

Maaf Pak, saya tidak bisa. Saya sedang sibuk mengurus Kambing peliharaan.

“Lho, tadi katanya bisa. Kenapa sekarang jadi tidak bisa. Halo, Bapak! Hallooo! Hallooo! Hall….”

Tuuuuttttt……..

Plak!!! Hahaha, jadi Menteri apanya. Cuci muka lalu berkaca dulu sana. Matahari sudah terik masih bermimpi saja.

Balik maning ke Topik Hidayat.

Berangkat lah saya beserta rombongan ke Jakarta. Kami, para pemuda desa asal Kab. Kendal dan Batang akan segera beranjak ke kota. Menjemput rejeki di suatu tempat yang katanya ibukota. Meski kami tahu “Ibukota lebih kejam daripada ibu tiri”.

Pamit kepada keluarga dan saudara seolah akan pergi jauh untuk waktu yang lama. Mungkin hanya satu tahun sekali pulang, saat Lebaran Idul Fitri, atau dua-tiga tahun sekali. Semua pakaian dan benda kesanyangan ikut dibawa. Tapi kenyataan tak seperti Sinetron atau Novel yang ceritanya selalu di-dramatisir.

Tiga bulan berikutnya saya pulang ke rumah lagi. Dua bulan kemudian pulang dan berangkat lagi. Sebulan kemudian pulang dan berangkat lagi. Bulan berikutnya sama, setelahnya juga iya.

Lah….

Jakarta – Kendal ternyata tidak jauh. Malah, semakin kesini semakin dekat saja. Sekejap mata sudah sampai. Iya, sekejap mata tidur semalaman maksudnya.

Singkatnya saya ke Jakarta mencari rupiah. Kalau akhir pekan tidak bekerja, saya pulang kampung naik kereta. Begitu seringnya, hingga saya anggap jarak Jakarta – Kendal tak terlampau jauh lagi.

Dan tidak terasa sudah 5 tahun berlalu sejak saat itu. Banyak pula hal-hal yang sudah terjadi selama itu. Membawa banyak perubahan terhadap diriku. Mendewasakan anak muda yang meski dewasa tetap selalu danggap remaja ini.

Harapan.

Loncatan besar dan berani yang akan saya lakukan. Sebuah keputusan besar. Apa itu? Nantikan saja. “Serius amat menanggapinya”, saya mau potong rambut. Hah.

Sebagian kisah selama 5 tahun ini sudah saya muat di blog ini. Dan akan terus saya perbaharui meski tidak pasti.

Untuk penggemarku yang selalu setia membaca ceritaku, aku tidak akan mengecewakanmu. Tetaplah jadi pembaca setia cerita saya.

Prettt…..penggemar dari Hongkong. Hahaha…. Lalallaaaa….Giiiiii…..

Selamat Pagi menjelang Siang Jakarta! Terima kasih sudah mengizinkan saya menumpang di tempat mu. Dan izinkan saya terus berterimakasih untuk yang selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s