Curug Sewu Kendal, Yuk Mari Kesini!

pengunjung memandangi Curug Sewu dari atas tebing
pengunjung memandangi Curug Sewu dari atas tebing

Semasa SMA(eh, SMK) nama Curug Sewu lebih saya kenal sebagai angkutan umum. Bus tiga pintu dengan 29 kursi serta supir dan kondektur yang selalu bersemangat meneriakkan “Semarang!! Semarang!!! Sukorejo!! Sukorejo!!!”. Saya sering naik bus ini untuk mengantarkan berangkat dan pulang sekolah. Ah, nostalgia masa putih abu-abu(terasa diri ini mulai menua kalau mengingat masa itu). Namun yang ingin saya singgung sekarang bukan lah bus Curug Sewu. Melainkan objek wisata alam air terjun Curug Sewu.

Curug Sewu terletak di Patean, Kendal dan merupakan air terjun tingkat tiga dengan ketinggian sekitar 80m.
Nama air terjun tersebut diambil dari nama desa tempat air terjun tersebut berada, yakni desa Curugsewu tepatnya di Kecamatan Patean, jaraknya 40 kilometer dari kota Kendal dengan terlebih dahulu melewati kota Weleri dan Sukorejo. Dari Temanggung dan Wonosobo dapat melewati Parakan – Ngadirejo – Patean – Curug sewu
Air terjun Curugsewu memiliki keistimewaan dan keunikan tersendiri dibandingkan air terjun lainnya, dengan total ketinggian 70 meter yang terdiri dari 3 terjunan, masing-masing memiliki ketinggian 45 meter, 15 meter dan 20 meter. Terlihat sangat indah dan menawan untuk dipandang, terlebih pada saat tertentu, dari antara terjunan muncul pelangi paduan aneka ragam warna yang mempesona.

Begitu lah sedikit penjelasan mengenai Air Terjun Curug Sewu menurut Om Wiki.

Bagi masyarakat Kabuapaten Kendal dan sekitarnya, nama Curug Sewu memang sudah tidak asing lagi. Sudah sejak lama(mungkin sejak sebelum saya lahir) Curug Sewu menjadi objek wisata andalan Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang ini. Namun setelah tulisan ini saya posting di internet via blog Galeri Momen, nama Curug Sewu akan dikenal oleh masyarakat seluruh Indonesia bahkan dunia. Eh, ente yakin sekali, hahaha. Tidak tidak tidak. Saya hanya sedikit membantu mempromosikan saja. Lagipula apa ada yang akan membaca jika saya posting di blog acak kadut yang sepi pengunjung ini #pesimistis .

Tapi kalau orang yang satu ini jelas bakal membuat Curug Sewu semakin dikenal masyarakat. Siapa, kenapa, dan bagaimana?

Siapa? Adalah seorang Ebbi Vebri Adrian. Travel fotografer yang sudah 9 tahun keliling Indonesia guna menemukan tempat-tempat menarik untuk ia berkarya.

Kenapa dan bagaimana? 9 tahun bertualang keliling Indonesia berhasil melahirkan buku fotografi berjudul Indonesia “The World Treasure”.

Apa hubungannya dengan Curug Sewu? Konon, salah satu halaman dalam buku itu berisi foto air terjun Curug Sewu Kendal.
Serius? Iya, serius.

Anda sudah membaca bukunya? Hmmm, jangankan membaca, melihat bukunya secara langsung saja belum. Hehehe. Tapi saya sudah mengintip beberapa halaman.

Coba tengok tulisan dari halaman blog Komunitas Fotografi National Geographic Indonesia ini. “9 Tahun Berpetualang Keliling Indonesia“. Salah satu screenshot halamannya menunjukkan foto air terjun Curug Sewu yang disandingkan dengan laut Kepulauan Karimun Jawa.

Setelah membaca tulisan itu saya jadi termotivasi. Saya yang putra Kendal. Lahir di rumah bidan di Kecamatan Kaliwungu dan tumbuh remaja disana, belum pernah sekalipun plesiran ke Curug Sewu. Sedangkan…

Pokok e kalau nanti ada waktu luang saya harus pulang kampung dan main kesana.
Dan terjadi lah sebuah cerita bergambar.

Replika Vespa raksasa di depan pintu masuk Curug Sewu
Replika Vespa raksasa

Masuk kawasan wisata Curug Sewu, anda akan langsung disambut replika Vespa reksasa karya para Scooterist.

Tak perlu cerita-cerita lagi. Karena yang ada nanti Anda akan terpesona membaca kata demi kata yang terangkai indah penuh sajak dan makna tiada arti. Hah.

Curug Sewu dilihat dari atas tebing pandang
Curug Sewu dilihat dari atas tebing pandang

Kalau dilihat dari atas tebing, begini lah kelihatannya.

Kalau didekati….ya begini nih.

Selain air terjun, pemandangan lembah dibawah tebing juga memukau. Kita bisa melihatnya dari tepi tebing langsung(hati-hati ya) atau dari menara pandang dengan lebih santai.

beberapa wisatawan berdiri di tepi tebing pandang, tampak hamparan hutan nan hijau
beberapa wisatawan berdiri di tepi tebing pandang, tampak hamparan hutan nan hijau

Kalau beruntung, kita juga akan kedatangan tamu yang kadang-kadang usil. Yaitu Monyet penghuni hutan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s