Riuhnya Tanah Abang

Kemacetan di Pasar Tanah Abang

Siang itu cuaca cukup hangat, gerah, berkeringat. Padahal mendung menggelayuti langit Jakarta. Hmmm, sepertinya teori efek rumah kaca pra hujan telah terbukti. Yoo, menurut penuturan kebanyakan orang, jika akan turun hujan maka hawa atau suhu udara akan terasa panas. Dan menurut ahli cuaca, itu bisa disebabkan karena panas matahari tidak terpantul sempurna akibat terhalang mendung. Sekian berita cuaca untuk wilayah Jakarta bagian Tanah Abang. Terima kasih sudah bersedia membaca prolog mabok ini. Silakan dilanjutkan membaca agar makin mabok.

Macet di sekitar Pasar Tanah A

Hari itu yang membuat saya kepanasan sebenarnya bukan karena tanda-tanda akan turun hujan atau terik matahari, melainkan panasnya asap knalpot kendaraan bermotor yang berkonvoi di sekitaran Pasar Tanah Abang. Traffic jam atau macet, bukan lah hal yang mengagetkan bila pergi ke pasar grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara ini. Berbagai cara telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan di Tanah Abang. Namun, sepertinya Si Macet sudah terlanjur betah di Tanah Abang. Relokasi pedagang kaki lima ke blok G tetap tak membuat jalan di sekitar Pasar Tanah Abang blok A dan B menjadi lancar. Kalau di tanya penyeban kemacetan di Pasar Tanah Abang, saya cuma bisa menjawab “lha yang datang kesana memang banyak berkali-kali(kalo cuma sekali masih dikit)”. Satu rombongan pulang, rombongan yang lain datang. Mobil satu ingin keluar, mobil yang lain mau masuk atau sekedar melintas. Apalagi mendekati Lebaran seperti sekarang. Pengunjung Pasar Tanah Abang di bulan Ramadhan dan mendekati lebaran pastinya meningkat.

Saya dan rombongan yang tau bakalan kena macet, tetap saja kesana juga. Padahal sudah tau bagaimana nggak enaknya menjadi bagian dari kemacetan. Magis Pasar Tanah Abang memang luar biasa, daya tariknya mampu memikat orang-orang untuk membelanjakan uangnya disana. Menurut pendapat seorang teman, kalau kesana tidak memborong banyak belanjaan, bisa rugi. Sudah macet-macetan, panas-panasan, gerah-gerahan, goreng-gorengan(eh), tapi cuma belanja satu atau dua pakaian… mending beli di toko sebelah saja. Hmmm, benar juga sih.

Blok B Pasar Tanah Abang

Berarti kemarin saya rugi donk, kesana gak beli apa-apa. Iyaa, gak juga sih kalau menurut saya pribadi. Tujuan saya kan jalan – jalan, bukan belanja-belanja atau shopping – shopping.

Terserah kowe lah. Tulisan opoo iki… (farr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s